<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HarryMahardhika.com &#187; how to</title>
	<atom:link href="http://harrymahardhika.com/tag/how-to/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harrymahardhika.com</link>
	<description>Blog About Internet and Computer Related Things with Slight Detour to Some Other Things</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 12:14:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
		<item>
		<title>Menggunakan Google Fonts</title>
		<link>http://harrymahardhika.com/menggunakan-google-fonts/</link>
		<comments>http://harrymahardhika.com/menggunakan-google-fonts/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 11:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrymahardhika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[css]]></category>
		<category><![CDATA[font]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[web development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrymahardhika.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu Google meluncurkan layanan barunya yaitu Font Directory dan Font API. Dengan diluncurkannya layanan tersebut berarti pengguna bisa menggunakan beragam font secara legal tanpa harus menginstall font tersebut di sistem. Ada 18 fonts baik serif, sans-serif, script dan fixed-width yang disediakan (dan akan bertambah) dengan lisensi open source. Bagi saya pribadi, saya terkadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu Google meluncurkan layanan barunya yaitu <a href="http://code.google.com/webfonts">Font Directory</a> dan <a href="http://code.google.com/apis/webfonts/">Font API</a>. Dengan diluncurkannya layanan tersebut berarti pengguna bisa menggunakan beragam font secara legal tanpa harus menginstall font tersebut di sistem. Ada 18 fonts baik serif, sans-serif, script dan fixed-width yang disediakan (dan akan bertambah) dengan lisensi open source.<span id="more-485"></span></p>
<p>Bagi saya pribadi, saya terkadang bosan dengan tampilan web yang fontnya begitu-begitu saja. Kalau ingin bereksperimen menggunakan typeface yang tidak umum, belum tentu di mesin lain font tersebut terinstall. Belum lagi mencari fallback-font yang serupa demi konsistensi tampilan. Jika menggunakan layanan seperti <a href="http://typekit.com/">Typekit</a>, sudah pasti saya belum kuat membayar dan belum mau dipusingkan dengan tagihannya <img src='http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Setelah <a href="http://code.google.com/apis/webfonts/docs/getting_started.html">baca-baca</a>, ternyata tidak sulit untuk menggunakannya. Ada 3 cara untuk menggunakan Google Font.</p>
<ol>
<li>Dengan menggunakan tag &lt;link&gt;.</li>
<li>Dengan menggunakan @import.</li>
<li>Dengan menggunakan JavaScript WebFont Loader.</li>
</ol>
<h3>Menggunakan tag &lt;link&gt;</h3>
<p>Cara ini sangat mudah, Anda hanya perlu menambahkan baris berikut di dalam tag &lt;head&gt; pada dokumen HTML Anda.</p>
<pre class="brush:html">&lt;link rel="stylesheet" type="text/css" href="http://fonts.googleapis.com/css?family=Droid+Sans:regular,bold"&gt;
</pre>
<p>Setelah itu definisikan font-family pada selector yang bersangkutan.</p>
<pre class="brush:html">&lt;html&gt;
&lt;head&gt;
  &lt;link rel="stylesheet" type="text/css" href="http://fonts.googleapis.com/css?family=Droid+Sans:regular,bold"&gt;
  &lt;style&gt;
    h1 {
      font-family: 'Droid Sans', serif;
      font-size: 48px;
    }
  &lt;/style&gt;
&lt;/head&gt;
&lt;body&gt;
  &lt;h1&gt;Hello World!!&lt;/h1&gt;
&lt;/body&gt;
&lt;/html&gt;</pre>
<h3>Menggunakan @import</h3>
<p>Cara ini pada dasar mirip dengan penggunaan tag &lt;link&gt; diatas, hanya saja pemanggilan font dilakukan di dalam file CSS. Tambahkan baris berikut pada file CSS Anda.</p>
<pre class="brush:css">@import url(http://fonts.googleapis.com/css?family=Droid+Sans:regular,bold);</pre>
<p>Setelah itu definisikan font-family pada selector yang bersangkutan seperti biasa. Perlu diingat bahwa penggunaan @import wajib diletakkan pada bagian awal dari file CSS sebelum pendefinisian style untuk selector.</p>
<h3>Menggunakan JavaScript WebFont Loader</h3>
<p>Untuk yang satu ini agak ribet dan memusingkan. Pada saat menulis post ini saya juga sedang berusaha keras untuk memahaminya. Jika Anda betul-betul tertarik dan penasaran silahkan baca <a href="http://code.google.com/apis/webfonts/docs/webfont_loader.html">di sini</a> <img src='http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Well, that&#8217;s it. Untuk baca-baca silahkan menuju <a href="http://code.google.com/webfonts">ke sini</a> dan <a href="http://code.google.com/apis/webfonts/">ke situ</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrymahardhika.com/menggunakan-google-fonts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membatalkan &#8216;Friend Request&#8217; di Facebook</title>
		<link>http://harrymahardhika.com/membatalkan-friend-request-di-facebook/</link>
		<comments>http://harrymahardhika.com/membatalkan-friend-request-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 09:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrymahardhika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrymahardhika.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda secara tidak sengaja melakukan friend request kepada seseorang yang belum Anda kenal sebelumnya di Facebook? Jika pernah, mau tidak mau Anda tentunya harus segera membatalkan friend request tersebut. Lalu bagaimana caranya? Tidak perlu panik, berikut langkah-langkah mudah untuk membatalkan friend request tersebut: Buka friends list Anda. Cari nama user yang baru saja Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda secara tidak sengaja melakukan <em>friend request</em> kepada seseorang yang belum Anda kenal sebelumnya di Facebook? Jika pernah, mau tidak mau Anda tentunya harus segera membatalkan <em>friend request</em> tersebut. Lalu bagaimana caranya?<span id="more-439"></span></p>
<p>Tidak perlu panik, berikut langkah-langkah mudah untuk membatalkan <em>friend request</em> tersebut:</p>
<ol>
<li>Buka <em>friends list</em> Anda.</li>
<li>Cari nama <em>user</em> yang baru saja Anda <em>request</em>, hal ini sangat mudah karena ditandai dengan <em>&#8220;Friend request pending&#8221;.</em></li>
<li><em>Click</em> tanda silang di kolom sebelah kanan.</li>
<li><em>Voila! Friend request</em> Anda telah berhasil dibatalkan. Yay!! <img src='http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<div id="attachment_441" class="wp-caption aligncenter" style="width: 580px"><img class="size-full wp-image-441 " title="fb friends" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/11/Screenshot-1.png" alt="fb friends" width="570" height="448" /><p class="wp-caption-text">Facebook Friends List</p></div>
<p>Mudah bukan? <em>Well</em>, apakah Anda hari ini Anda tidak sengaja melakukan <em>friend request</em> kepada seseorang yang sebenarnya Anda tidak ingin berhubungan dengannya?? <img src='http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrymahardhika.com/membatalkan-friend-request-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mematikan Facebook Email Notifications</title>
		<link>http://harrymahardhika.com/mematikan-facebook-email-notifications/</link>
		<comments>http://harrymahardhika.com/mematikan-facebook-email-notifications/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 04:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrymahardhika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrymahardhika.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa harus dimatikan? Bukannya itu penting? Memang yang namanya notifications itu pasti penting. Yang menjadi permasalahan adalah apabila jumlahnya semakin bertambah seiring dengan bertambahnya Facebook app yang kita tambahkan di profile kita. Bagi mereka yang tidak senang dengan mail inbox yang penuh dan &#8216;berantakan&#8217; tentunya hal ini sangat mengganggu. Belum lagi jika yang masuk ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa harus dimatikan? Bukannya itu penting? Memang yang namanya <em>notifications </em>itu pasti penting. Yang menjadi permasalahan adalah apabila jumlahnya semakin bertambah seiring dengan bertambahnya <em>Facebook app</em> yang kita tambahkan di <em>profile </em>kita.<span id="more-237"></span></p>
<p>Bagi mereka yang tidak senang dengan <em>mail inbox</em> yang penuh dan &#8216;berantakan&#8217; tentunya hal ini sangat mengganggu. Belum lagi jika yang masuk ke <em>mail inbox</em> kita adalah <em>notifications </em>yang memiliki tingkat urgensi yang rendah (alias <em>gak penting-penting amat&#8230;</em>).</p>
<h3>Settings</h3>
<p>Klik menu <strong>Settings</strong>, kemudian pilih tab <strong>Notification</strong>.</p>
<blockquote><p>Facebook notifies you by email whenever actions are taken on Facebook that involve you.<br />
Each Facebook application has its own email notification settings. Click the name on the right to change the settings for that application.</p></blockquote>
<p><img rel="lightbox" class="alignnone" title="Facebook Email Notifications" src="http://dl.getdropbox.com/u/414014/%27Facebook%20I%20My%20Account%271.png" alt="" width="400" height="134" /></p>
<h3>Turn &#8220;OFF&#8221;</h3>
<p>Pilih <strong>OFF</strong> untuk semua <em>notifications</em>. Kalau tidak ingin mematikan semua <em>notifications</em>, Anda bisa memilih <em>notifications </em>mana saja yang menurut Anda penting untuk diteruskan ke <em>mail inbox</em> Anda.<br />
<img rel="lightbox"  class="alignnone" title="Facebook Email Notifications" src="http://dl.getdropbox.com/u/414014/%27Facebook%20I%20My%20Account%272.png" alt="" width="400" height="329" /></p>
<p>Jangan lupa klik <strong>Save Changes </strong>setelah mengubah pengaturan <em>notifications </em>ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrymahardhika.com/mematikan-facebook-email-notifications/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook Status Update via Twitter dan Plurk</title>
		<link>http://harrymahardhika.com/facebook-status-update-via-twitter-dan-plurk/</link>
		<comments>http://harrymahardhika.com/facebook-status-update-via-twitter-dan-plurk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 09:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrymahardhika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrymahardhika.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian besar pengguna Facebook status digunakan sebagai salah satu cara untuk menggambarkan apa yang sedang dilakukan, menggambarkan suasana hati dan semacamnya. Tentu saja tidak ada salahnya karena memang namanya "Status" yang formatnya [Your Name] is [bla bla bla] (misal: Harry is Facebooking).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi sebagian besar pengguna <a href="http://facebook.com/">Facebook</a> status digunakan sebagai salah satu cara untuk menggambarkan apa yang sedang dilakukan, menggambarkan suasana hati dan semacamnya. Tentu saja tidak ada salahnya karena memang namanya &#8220;<strong>Status</strong>&#8221; yang formatnya <em>[Your Name] is [bla bla bla]</em> (misal: Harry is Facebooking).<span id="more-214"></span></p>
<p>Status ini cenderung akan menarik user lain untuk memberikan komentar terhadap status tersebut. Apalagi jika status tersebut mengandung daya tarik yang menyebabkan orang lain jadi penasaran dan melahirkan keingintahuan yang mendalam. Hal inilah yang belakangan menjadi sangat populer, terinspirasi dari service microblogging seperti <a href="http://twitter.com/">Twitter</a>, <a href="http://plurk.com/">Plurk</a>, <a href="http://jaiku.com/">Jaiku</a>, <a href="http://kronologger.com/">Kronologger</a> dan <a href="http://www.honeytechblog.com/top-250-list-of-twitter-clones-sites/">masih banyak lagi yang lainnya</a>.</p>
<p>Twitter adalah sebuah service dengan konsep yang sederhana, satu pertanyaan yang mampu mengubah dunia, <strong>&#8220;What are you doing now?&#8221;</strong>. Sedangkan Plurk lebih luas lagi karena user dapat menambahkan kondisi-kondisi tertentu (is, was, has, thinks, wonders, dst.). Plurk juga terasa lebih menarik karena adanya <strong><a href="http://www.plurk.com/Help/karmaHelp">Karma</a></strong>. Karma inilah yang membuat  <em>Plurkers</em> menjadi tertantang untuk selalu aktif <em>Plurking. </em>Bahkan sampai &#8220;Kalo gak ngePlurk sepertinya ada yang kurang hari ini&#8221;.</p>
<p>Menurut saya, untuk saat ini Plurk di Indonesia lebih populer daripada Twitter. Tapi tidak ada salahnya menggunakan Twitter juga karena pada dasarnya kedua service ini cara kerjanya mirip dan sama-sama bisa digunakan untuk meng-update status di Facebook.</p>
<h3>Update via Twitter</h3>
<p><strong>1. Pastikan Anda login dulu di account Twitter dan Facebook agar proses berikutnya lebih mudah.</strong></p>
<p><strong>2. Click menu Settings</strong></p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/twitter01_thumb.png" border="0" alt="twitter01" width="524" height="121" /></p>
<p>Kemudian pada tab <strong>Account, </strong>click link <strong>&#8220;You can also add Twitter to your site here&#8221; </strong>yang terletak tepat di bawah field <strong>More Info URL</strong>.</p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/twitter02_thumb.png" border="0" alt="twitter02" width="524" height="85" /></p>
<p><strong>3. Pilih Facebook untuk menampilkan update dari Twitter.</strong></p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/twitter03_thumb.png" border="0" alt="twitter03" width="524" height="409" /></p>
<p><strong>4. Install Twitter on Facebook</strong></p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/twitter04_thumb.png" border="0" alt="twitter04" width="524" height="411" /></p>
<p><strong>5. Allow access di Facebook</strong></p>
<p>Pada tahap ini, seperti Facebook Apps lainnya akan diminta untuk memberikan otorisasi pada aplikasi yang akan diinstall.</p>
<p><strong>6. Setting Facebook App</strong></p>
<p>Pada halaman aplikasi, pastikan Anda memilih opsi <strong>&#8220;Allow Twitter to update my Facebook status&#8221;</strong>.</p>
<p>Voila! Twitter bisa langsung digunakan untuk mengupdate status Facebook Anda.</p>
<h3>Update via Plurk</h3>
<p><strong>1. Pastikan Anda login dulu di account Plurk dan Facebook agar proses berikutnya lebih mudah.</strong></p>
<p><strong>2. Click menu &#8220;My Account&#8221;</strong></p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/plurk01_thumb.png" border="0" alt="plurk01" width="524" height="245" /></p>
<p>Click pada tab <strong>Facebook</strong> untuk menampilkan menu integrasi ke Facebook.</p>
<p><strong>3. Grant access ke Plurk</strong></p>
<p>Buka link &#8220;Grant offline access to Plurk&#8221; dan &#8220;Grant Plurk ability to update Facebook status&#8221; masing-masing pada jendela baru (new tab). Setelah itu akan muncul Facebook notification seperti pada gambar di bawah ini. Jika notification ini tidak muncul, click lagi link tersebut di masing-masing jendela baru tadi.</p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/plurk02_thumb.png" border="0" alt="plurk02" width="300" /></p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/plurk03_thumb.png" border="0" alt="plurk03" width="300" /></p>
<p>Click pada opsi <strong>Allow Offline Access</strong> dan <strong>Allow Status Update</strong> untuk memberikan otorisasi kepada Plurk.</p>
<p><strong>4. Finish</strong></p>
<p><img style="border: 0px none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/plurk04_thumb.png" border="0" alt="plurk04" width="524" height="249" /></p>
<p>Horray! Dengan demikian Plurk telah terintegrasi dengan Facebook Anda.</p>
<p>Sebagai tambahan, status yang akan tampil di Facebook adalah original Plurk dan bukan response Plurk. Jika Anda tidak menginginkan status Plurk Anda tampil di Facebook, Anda dapat men-<em>tick </em>pilihan <strong>Don&#8217;t  post to Facebook </strong>atau dengan menambahkan <strong>!FB</strong> di awal status Plurk Anda.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/FacebookStatusUpdateviaTwitterdanPlurk_10D18/plurk05_thumb.png" border="0" alt="plurk05" width="524" height="151" /></p>
<p><strong>Happy Twittering, Plurking, and Facebooking!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrymahardhika.com/facebook-status-update-via-twitter-dan-plurk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Twitter-ing dari Inbox Gmail</title>
		<link>http://harrymahardhika.com/twitter-ing-dari-inbox-gmail/</link>
		<comments>http://harrymahardhika.com/twitter-ing-dari-inbox-gmail/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 13:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrymahardhika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[gmail]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrymahardhika.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Twitter tool yang satu ini adalah keluaran dari twittergadget.com yang memanfaatkan kemampuan Gmail untuk menampilkan gadget. Tool ini juga melibatkan fitur yang disediakan oleh Gmail Labs. Sangat simpel dan mudah diakses, jadi sambil buka email bisa langsung update status Twitter.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Twitter tool yang satu ini adalah keluaran dari <a title="twittergadget.com" href="http://www.twittergadget.com/">twittergadget.com</a> yang memanfaatkan kemampuan Gmail untuk menampilkan gadget. Tool ini juga melibatkan fitur yang disediakan oleh Gmail Labs. Sangat simpel dan mudah diakses, jadi sambil buka email bisa langsung update status Twitter.<span id="more-208"></span></p>
<h3>1. Click Icon &#8216;Labs&#8217;</h3>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/TwitterGadgetdiGMail_10C37/gmail_1.gif" border="0" alt="Click Icon 'Labs'" width="520" height="88" /></p>
<p>Untuk menampilkan TwitterGadget, pertama-tama login ke account  Gmail Anda, <em>*ya iya lah&#8230;*</em> kemudian click icon Labs untuk masuk ke <strong>Gmail Labs</strong>.</p>
<h3>2. Enable Gadget</h3>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/TwitterGadgetdiGMail_10C37/gmail_2.gif" border="0" alt="Enable Gadget" width="520" height="144" /></p>
<p>Kemudian scrol sampai bagian paling akhir, terdapat fitur &#8220;Add any gadget by URL&#8221;. Tick di pilihan <strong>Enable. </strong>Jangan lupa <strong>Save Changes</strong>.</p>
<h3>3. Gmail Settings</h3>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/TwitterGadgetdiGMail_10C37/gmail_3.gif" border="0" alt="Gmail Settings" width="520" height="150" /></p>
<p>Setelah itu masuk ke <strong>Settings </strong>(terletak di sebelah kanan icon Labs), pilih tab <strong>Gadgets</strong>.</p>
<h3>4. Masukkan URL TwitterGadget</h3>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/TwitterGadgetdiGMail_10C37/gmail_4.gif" border="0" alt="Masukkan URL TwitterGadget" width="520" height="172" /></p>
<p>Di tab <strong>Gadget </strong>masukkan URL TwitterGadget (<a href="http://www.twittergadget.com/gadget_gmail.xml">http://www.twittergadget.com/gadget_gmail.xml</a>) pada field <strong>Add a gadget by its URL </strong>kemudian click <strong>Add</strong>.</p>
<h3>5. Enjoy!</h3>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/TwitterGadgetdiGMail_10C37/gmail_5.gif" border="0" alt="Finish" width="520" height="239" /></p>
<p>Tunggu sampai tampilan detail dari TwitterGadget muncul, dengan demikian TwitterGadget telah terinstall di inbox Gmail Anda.</p>
<h3>Have Fun</h3>
<p><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/images/TwitterGadgetdiGMail_10C37/gmail06.png" border="0" alt="Twitter on Gmail" width="524" height="293" /></p>
<p>Untuk mulai menggunakan, masukkan detail login account Twitter dan refresh rate sesuai dengan keinginan Anda.</p>
<p>Fitur URL shortening dapat digunakan dengan <strong>memblok URL yang ingin dipendekkan kemudian click kanan tepat diatas URL tersebut</strong>. Tunggu beberapa saat, maka URL tersebut akan berubah mejadi Bit.ly URL.</p>
<p>Images Courtesy of <a title="twittergadget.com" href="http://www.twittergadget.com/">twittergadget.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrymahardhika.com/twitter-ing-dari-inbox-gmail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&quot;Send mail as&quot; di Gmail</title>
		<link>http://harrymahardhika.com/send-mail-as-di-gmail/</link>
		<comments>http://harrymahardhika.com/send-mail-as-di-gmail/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 14:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harrymahardhika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[gmail]]></category>
		<category><![CDATA[how to]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harrymahardhika.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Send mail as dapat diartikan &#8220;Mengirim email sebagai&#8230;&#8221;, atau bisa juga didefinisikan: menggunakan gmail untuk mengirimkan email atas nama alamat email lain. Secara teknis, mengubah alamat &#8216;from&#8217; pada header email dengan alamat email yang lain. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka yang memiliki banyak alamat email *seperti saya, entah apa tujuannya punya email account lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Send mail as </em>dapat diartikan &#8220;Mengirim email sebagai&#8230;&#8221;, atau bisa juga didefinisikan: menggunakan gmail untuk mengirimkan email atas nama alamat email lain. Secara teknis, mengubah alamat &#8216;from&#8217; pada header email dengan alamat email yang lain. Hal ini dilakukan untuk memudahkan mereka yang memiliki banyak alamat email <em>*seperti saya, entah apa tujuannya punya email account lebih dari satu&#8230;*</em>.<span id="more-177"></span></p>
<h3>Account Settings</h3>
<p>Bagaimana hal ini dapat dilakukan? Pertama, pastikan Anda sudah login ke account gmail Anda. Kemudian klik menu &#8216;Settings&#8217; yang terdapat di kanan atas.</p>
<div id="attachment_39" class="wp-caption alignnone" style="width: 509px"><img class="size-full wp-image-39" title="Settings Option" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-accounts-edit1.jpg" alt="Settings Option" width="499" height="92" /><p class="wp-caption-text">Settings Option</p></div>
<p>Setelah itu, akan tersaji menu untuk melakukan setting (pengaturan), pilih tab &#8216;Accounts&#8217; yang terdapat tepat di sebelah kanan tab &#8216;General&#8217;.</p>
<div id="attachment_42" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-42" title="Accounts Tab" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-accounts-edit2.jpg" alt="Accounts Tab" width="450" height="125" /><p class="wp-caption-text">Accounts Tab</p></div>
<p>Kemudian, akan terlihat halaman seperti pada gambar di bawah ini. Terlihat judul dari fitur ini dengan jelas, jika masih kurang jelas Anda bisa meng-klik link <em>&#8216;Learn more&#8217;</em> yang akan mengantarkan Anda ke halaman &#8216;Gmail help&#8217;.</p>
<div id="attachment_44" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-44" title="Add another email address" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-accounts-edit3.jpg" alt="Add another email address" width="500" height="169" /><p class="wp-caption-text">Add another email address</p></div>
<p>Pada gambar, di bagian bawah terdapat pilihan &#8220;When I receive a message sent to one of my Addresses&#8221; yang secara default memilih pilihan yang kedua, yaitu <em>&#8220;Always reply from my default address&#8221;</em>. Maksudnya, menentukan kemana email balasan ditujukan, apakah ke alamat gmail ataupun ke alamat lain yang Anda tentukan. Jika Anda menginginkan email balasan ditujukan ke alamat email lain yang Anda tentukan, maka pilihlah opsi pertama, <em>&#8220;Reply from the same address the message was sent to&#8221;</em>.</p>
<p>Klik link <em>&#8220;Add another email address&#8221;</em> untuk menentukan alamat yang Anda pilih. Akan muncul jendela pop-up seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Isikan nama Anda dan alamat email yang Anda pilih.  Pada gambar tersebut saya memilih alamat email &#8220;info@harrymahardhika.com&#8221;. Anda dapat menggunakan alamat email dari Yahoo!, Hotmail bahkan dari alamat gmail yang lainnya asalkan Anda pastikan bahwa email yang Anda pilih valid.</p>
<div id="attachment_49" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-49" title="Tentukan alamat email lain yang Anda pilih" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-add-another-email-address.jpg" alt="Alamat email lain" width="500" height="163" /><p class="wp-caption-text">Tentukan alamat email lain yang Anda pilih</p></div>
<p>Tahap selanjutnya, gmail akan melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa alamat email yang Anda pilih adalah benar-benar milik Anda. Inilah alasan mengapa Anda harus memastikan bahwa email yang Anda pilih adalah valid. Klik tombol &#8220;Send Verification&#8221; untuk mengirimkan verifikasi ke alamat email yang telah Anda pilih. Ingat, jangan tutup dulu window ini, karena nantinya akan digunakan untuk melakukan verifikasi.</p>
<div id="attachment_52" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-52" title="Send verification" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-add-another-email-address2.jpg" alt="Send verification code" width="500" height="135" /><p class="wp-caption-text">Send verification</p></div>
<h3>Verification</h3>
<p>Login ke alamat email yang Anda pilih untuk melakukan verifikasi. Di dalam inbox Anda akan terdapat email verifikasi dari Gmail Team dengan Subject &#8220;Gmail Confirmation &#8211; Send Mail as <em>*alamat email yang Anda pilih*</em>&#8220;. Pada gambar terlihat bahwa subject sesuai dengan alamat email yang telah saya pilih sebelumnya yaitu &#8220;info@harrymahardhika.com&#8221;.</p>
<div id="attachment_57" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-57" title="Verification mail" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/mail-inbox-1.jpg" alt="Verification mail" width="500" height="125" /><p class="wp-caption-text">Verification mail</p></div>
<p>Di dalam email tersebut terdapat 2 cara untuk melakukan verifikasi:</p>
<ul>
<li>Dengan memasukkan kode yang tercantum di dalam email tersebut; atau</li>
<li>Dengan mengklik link yang terdapat di dalam email tersebut.</li>
</ul>
<div id="attachment_60" class="wp-caption alignnone" style="width: 509px"><img class="size-full wp-image-60" title="Verification" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-confirm-code.jpg" alt="Verification" width="499" height="249" /><p class="wp-caption-text">Verification</p></div>
<p>Bagi saya pribadi, yang namanya verifikasi itu akan lebih afdhol kalau menggunakan kode-kode <em>*padahal lebih mudah menggunakan link, tinggal klik saja, selesai*</em>. Oleh karena itu, saya memilih cara yang pertama yaitu dengan menggunakan kode konfirmasi yang tercantum dalam email tersebut. Bagaimana jika ingin menggunakan link yang terdapat di dalam email tersebut? Tentu boleh, hasilnya juga sama.</p>
<p>Karena saya memilih menggunakan kode konfirmasi, maka saya lanjutkan ke tahap verifikasi berikutnya. Copy kode konfirmasi tersebut, kemudian buka pop-up window dari gmail tadi, paste kode konfirmasi ke dalam field yang sudah disediakan dan klik tombol &#8220;Verify&#8221;. Dengan demikian proses verifikasi telah berhasil dilakukan dan fitur ini sudah bisa digunakan.</p>
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-64" title="Confirm code" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-confirm-code2.jpg" alt="Confirm code" width="500" height="170" /><p class="wp-caption-text">Confirm code</p></div>
<h3>How to use it?</h3>
<p>Lalu bagaimana cara menggunakannya? Mudah saja, lakukan <em>compose</em> seperti biasa. Pada field &#8216;From&#8217; terdapat pilihan yang disajikan dalam bentuk <em>dropdown</em>. Anda tinggal pilih saja, alamat email mana yang ingin Anda gunakan.</p>
<div id="attachment_68" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-68" title="From: Drop down option" src="http://harrymahardhika.com/wordpress/wp-content/uploads/2008/10/gmail-final.jpg" alt="From: Drop down option" width="500" height="212" /><p class="wp-caption-text">From: Drop down option</p></div>
<h3>Thoughts</h3>
<p>Terkadang saya sering merasa ribet dan repot kalo harus login ke webmail &#8230;@harrymahardhika.com, oleh karena itu saya menggunakan fitur ini. Mengapa? Supaya lebih mudah dan terintegrasi dalam membuka email, apalagi kalau alamat email yang harus dibuka lebih dari 2 bahkan 3, bahkan lebih banyak lagi alamat email.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harrymahardhika.com/send-mail-as-di-gmail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- This Quick Cache file was built for (  harrymahardhika.com/tag/how-to/feed/ ) in 0.27378 seconds, on Jul 30th, 2010 at 9:17 pm UTC. -->
<!-- This Quick Cache file will automatically expire ( and be re-built automatically ) on Jul 30th, 2010 at 10:17 pm UTC -->