25

Hari ini, saya sudah 1/4 abad menjalani hidup. Apa saja yang sudah saya lakukan selama setahun belakangan? Sebenarnya tidak banyak, diantaranya saya memulai blog ini. Sudah sejak lama saya ingin punya blog, tapi sepertinya berat untuk memulai. Nanti mau diisi apa ya kalo punya blog? Ah, nanti saya malu kalo blog saya isinya tidak bermutu.

Setelah lama dihantui pemikiran seperti itu, akhirnya saya berhasil juga mengesampingkan hal-hal tersebut. NgeBlog nggak usah dibikin pusing, akhirnya saya mulai juga, nyicil beli domain dan hosting, trus ngutak-atik WordPress. Tersirat harapan, mudah-mudahan tulisan-tulisan ini kelak bisa berguna.

Selain itu, pencapaian lainnya adalah WarungMobil.com , yang mulai bulan April lalu menunjukkan peningkatan yang bagi saya sangat membanggakan. Walaupun, notabene, belum seperti portal yang keren banget *dreaming to be*, tapi progress yang ditunjukkan mulai dari launching versi 3 bulan April sangat signifikan, baik dari jumlah iklan maupun jumlah visitor. Alhasil, dengan membludaknya visitor, WarungMobil.com sempat pula kehabisan nafas (alias kehabisan bandwidth). Langkah yang pertama ditempuh adalah upgrade paket hostingan, ternyata masih kehabisan juga. Dengan sangat terpaksa, WarungMobil.com pindah ke hostingan US, yang tentunya berlimpah bandwidth dan space.

Implikasinya? Jumlah kocek yang harus dikeluarkan juga lebih banyak plus loading yang relatif lebih lambat. Tetapi itu semua sepadan, at least WarungMobil.com bisa melanjutkan progress ke tantangan berikutnya, which is: sponsorship. Objective inilah yang menjadi sasaran WarungMobil.com sekaligus menjadi tantangan bagi diri saya pribadi. Semoga program sponsor laku keras bak kacang goreng *still dreaming*.

Enough tentang WarungMobil.com, sounds jualan banget. Ada hal lain yang juga baru saya pelajari, seni. Beberapa waktu yang lalu saya bergabung dengan Tembi Contemporary , sebuah galeri seni, untuk membantu di bagian IT.

Ada banyak hal baru yang saya temui di bidang seni ini, diantaranya adalah: ternyata membutuhkan sedikit energi lebih untuk memahami karya seni, terutama sisi filosofisnya. Dan jika memahami sisi filosofis dari sebuah karya seni, maka akan terasa sangat mengasyikkan menikmati sebuah karya seni, either itu lukisan, sculpture, maupun bentuk-bentuk karya seni yang lainnya.

Sebagai contoh, pameran lukisan mas Agus ‘Baqul’ Purnomo yang bertajuk Vortex8. Vortex: pusaran, sedangkan 8 sebagai perlambangan infinity, tak berhingga. Karya-karya yang ditampilkan dibanjiri oleh angka-angka, hal ini sebagai perlambangan ketertarikan manusia terhadap “angka-angka” yang tiada habisnya, tak berhingga. Dengan memahami makna dibalik sebuah karya seni, tentunya akan menciptakan pemahaman yang berbeda terhadap sebuah karya seni.

Enough sok filosofisnya, anyway, adakah diantara Anda yang juga berulang tahun hari ini? Happy Birthday to All Mahardhika. Wish you all the best. Ciao!

blog comments powered by Disqus
Copyrights © 2008 - 2010 HarryMahardhika.com. Some Rights Reserved. Privacy Policy. For a better experience, please use Firefox NOW! Back to top ↑.
WarungMobil.com | Infinitidea | SampurnaWeb